Contact Lens Untuk Pemula
Contact Lens untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Jenis, Diameter, sampai Cara Pakainya
Bagi banyak orang, contact lens bukan sekadar alat bantu penglihatan, tapi juga bagian dari gaya hidup. Ada yang memakainya karena alasan medis, ada pula yang ingin tampil lebih percaya diri dengan warna mata yang menawan. Namun, bagi pemula, dunia contact lens bisa terasa rumit: ada istilah seperti “BC”, “DIA”, “daily”, hingga “toric” yang membingungkan. Tenang saja, artikel ini akan membahas semuanya secara detail dan mudah dipahami, mulai dari tipe-tipe contact lens, diameter yang umum digunakan, hingga cara pakainya agar aman untuk mata.
Mengenal Dunia Contact Lens Secara Umum
Sebelum masuk ke detail teknis, penting untuk tahu dulu apa itu contact lens. Secara sederhana, contact lens atau lensa kontak adalah lensa tipis yang ditempatkan langsung di permukaan mata (kornea) untuk memperbaiki penglihatan atau sekadar mempercantik tampilan.
Berbeda dengan kacamata, contact lens memberikan penglihatan yang lebih natural karena mengikuti pergerakan bola mata. Selain itu, lensanya tidak mengembun saat cuaca lembap dan tidak mudah terganggu oleh aktivitas fisik — alasan mengapa banyak orang memilihnya.
Namun, setiap jenis contact lens punya karakteristik dan ukuran yang berbeda, dan hal itulah yang menentukan kenyamanan serta keamanan penggunaannya.
Tipe-Tipe Kontak Lensa yang Perlu Diketahui Pemula
Sama seperti skincare, contact lens juga punya banyak varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Berikut adalah beberapa tipe utama yang wajib kamu tahu sebelum memilih.
1. Soft Contact Lens (Lensa Lunak)
Ini adalah jenis yang paling populer dan paling direkomendasikan untuk pemula. Terbuat dari bahan hidrogel atau silikon-hidrogel yang lembut dan fleksibel, soft lens menempel dengan nyaman di mata tanpa terasa kaku.
Keunggulannya:
-
Nyaman digunakan untuk waktu lama.
-
Mudah beradaptasi, bahkan bagi pengguna baru.
-
Tersedia dalam berbagai warna dan motif untuk keperluan kosmetik.
Namun, karena sifatnya lembut, soft lens lebih rentan sobek dan butuh perawatan ekstra agar tidak mudah terkontaminasi bakteri.
2. Rigid Gas Permeable (RGP) Contact Lens
Jenis ini lebih keras dibanding soft lens, tapi punya kelebihan besar dalam hal ketajaman penglihatan. RGP lens memungkinkan oksigen melewati permukaannya, sehingga mata tetap “bernapas” dengan baik.
Kelebihan:
-
Penglihatan lebih tajam dan stabil.
-
Tahan lama, bisa digunakan hingga dua tahun dengan perawatan tepat.
Kekurangan:
-
Butuh waktu adaptasi lebih lama.
-
Kurang cocok bagi pemula yang ingin kenyamanan instan.
3. Toric Contact Lens untuk Mata Silinder
Bagi pemilik mata silinder (astigmatisme), jenis toric lens adalah penyelamat. Bentuknya tidak bulat sempurna seperti soft lens biasa, melainkan didesain khusus agar bisa menyesuaikan kelengkungan mata silinder.
Ciri khasnya:
-
Ada dua kekuatan di satu lensa: horizontal dan vertikal.
-
Punya penanda rotasi agar tidak bergeser saat dipakai.
4. Multifocal Kontak Lensa
Jenis ini cocok untuk pengguna yang mengalami rabun jauh sekaligus rabun dekat. Multifocal lens memiliki beberapa zona fokus sehingga pengguna bisa melihat dengan jelas di berbagai jarak.
Biasanya digunakan oleh orang dewasa berusia 40 tahun ke atas, namun beberapa merek juga merilis versi muda untuk aktivitas yang menuntut penglihatan fleksibel.
5. Cosmetic atau Circle Lens
Inilah tipe yang paling digemari remaja dan anak muda. Circle lens memiliki diameter lebih besar dari kornea alami, memberikan efek mata “bigger eyes” ala karakter anime atau gaya Korea.
Tersedia dalam banyak warna, dari cokelat lembut sampai abu-abu es, lensa ini lebih menonjolkan estetika daripada fungsi medis. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan kadar air dan bahan pembuatnya agar tidak menyebabkan mata kering atau iritasi.
Diameter Contact Lens dan Pengaruhnya terhadap Tampilan Mata
Salah satu hal yang paling sering bikin bingung pemula adalah ukuran atau diameter contact lens (DIA). Ukuran ini menentukan seberapa besar area mata yang ditutupi, serta efek visual yang dihasilkan.
Berikut penjelasannya:
-
13.8 mm – 14.0 mm: Diameter kecil yang memberi tampilan natural, hampir seperti tidak memakai lensa sama sekali. Cocok untuk keperluan sehari-hari.
-
14.2 mm – 14.5 mm: Ukuran standar paling umum. Memberikan efek membesarkan mata tapi tetap terlihat realistis.
-
14.8 mm – 15.0 mm ke atas: Dikenal sebagai circle lens. Cocok untuk gaya cosplay, pemotretan, atau tampilan “doll eye”.
Semakin besar diameter, semakin kuat efek “mata besar” yang terlihat. Tapi hati-hati, diameter yang terlalu besar bisa membuat oksigen sulit masuk ke mata dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Cara Memakai Contact Lens yang Benar
Bagi pemula, momen pertama kali memakai contact lens bisa terasa menegangkan. Tapi dengan latihan dan teknik yang benar, hal itu akan terasa mudah. Berikut langkah-langkahnya:
-
Cuci tangan hingga bersih. Gunakan sabun tanpa pewangi dan keringkan tangan sebelum menyentuh lensa.
-
Pastikan lensa dalam posisi benar. Jika sisi tepinya melebar keluar seperti mangkuk terbalik, berarti terbalik.
-
Gunakan jari telunjuk untuk menempelkan lensa ke mata. Tahan kelopak dengan jari lainnya, pandang ke depan atau ke atas saat menempelkannya.
-
Kedip perlahan. Jika terasa nyaman, berarti posisi lensa sudah pas. Kalau terasa perih, segera lepas dan bilas kembali dengan cairan pembersih khusus.
Tips Merawat Contact Lens agar Awet dan Aman
Perawatan adalah kunci agar kontak lensa tetap higienis dan tidak merusak mata. Berikut beberapa tips yang sering diabaikan pemula:
-
Jangan gunakan air keran atau air mineral. Selalu gunakan solution khusus lensa kontak.
-
Ganti cairan setiap hari, jangan hanya menambahkan yang baru di atas yang lama.
-
Gunakan case bersih dan ganti tiap 3 bulan.
-
Jangan tidur memakai lensa, kecuali memang jenis extended wear lens.
-
Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Bahkan lensa yang belum dibuka tetap punya batas waktu.
Kesalahan Umum Pemula saat Menggunakan Contact Lens
Banyak pengguna baru yang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil yang bisa berakibat besar. Contohnya:
-
Mengucek mata saat lensa masih terpasang.
-
Tidak mencuci tangan sebelum menyentuh mata.
-
Memakai lensa melebihi waktu yang disarankan (misal lensa harian dipakai 2–3 hari).
-
Menggunakan make-up sebelum memasang lensa.
Hindari semua hal tersebut agar kesehatan mata tetap terjaga.
Perbedaan Contact Lens Harian, Bulanan, dan Tahunan
Salah satu pertanyaan klasik dari pemula adalah: “lebih baik pakai daily lens atau monthly lens?” Jawabannya tergantung gaya hidup dan seberapa sering kamu memakai lensa.
| Jenis | Lama Pemakaian | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Daily (Harian) | Sekali pakai | Praktis, higienis | Lebih mahal untuk pemakaian rutin |
| Bi-weekly (2 Minggu) | 14 hari | Seimbang antara harga dan kenyamanan | Perlu disiplin mengganti |
| Monthly (Bulanan) | 30 hari | Ekonomis | Butuh perawatan intensif |
| Yearly (Tahunan) | 6–12 bulan | Efek besar, cocok untuk cosplay | Rentan kotor dan kurang higienis untuk pemakaian harian |
Bagaimana Memilih Kontak Lensa yang Tepat untuk Kamu
Agar tidak salah pilih, perhatikan faktor-faktor berikut sebelum membeli:
-
Ukuran BC (Base Curve): Menentukan kelengkungan lensa agar sesuai dengan bentuk kornea kamu.
-
DIA (Diameter): Pilih sesuai efek visual yang diinginkan.
-
Kadar air (Water Content): Semakin tinggi kadar air, semakin nyaman, tapi juga cepat kering.
-
Bahan: Pilih silikon-hidrogel untuk kenyamanan maksimal.
-
Kebutuhan Medis atau Estetika: Tentukan dulu, apakah kamu butuh koreksi minus/silinder, atau sekadar warna.
Kapan Harus Melepas Contact Lens?
Meskipun nyaman, contact lens tidak boleh digunakan terus-menerus. Segera lepaskan jika kamu mengalami:
-
Rasa perih, terbakar, atau kering berlebihan.
-
Mata merah atau sensitif terhadap cahaya.
-
Pandangan kabur yang tidak membaik setelah berkedip.
Gejala-gejala itu bisa menandakan infeksi ringan hingga serius, jadi jangan abaikan.
Menjaga Kesehatan Mata saat Menggunakan Lensa Kontak
Pemakaian contact lens yang benar tidak hanya soal gaya, tapi juga tanggung jawab terhadap kesehatan mata. Pastikan kamu:
-
Sering berkedip agar mata tetap lembap.
-
Gunakan eye drops khusus untuk pengguna lensa kontak (bukan sembarang tetes mata).
-
Hindari paparan asap rokok, debu, atau air kolam saat memakai lensa.
Mata adalah organ yang sensitif, jangan sampai demi penampilan, kamu mengorbankan kenyamanan jangka panjangnya.
Lensa Kontak memang memberi banyak keuntungan: penglihatan jernih, tampilan lebih menarik, dan kebebasan tanpa kacamata. Namun, semua itu harus diimbangi dengan pengetahuan dasar tentang tipe-tipe lensa, ukuran diameter yang sesuai, serta cara merawatnya.
Bagi pemula, mulailah dengan soft contact lens berdiameter 14.2 mm hingga 14.5 mm, ini ukuran paling aman dan nyaman. Setelah terbiasa, barulah bereksperimen dengan warna atau diameter lebih besar.
Ingat, setiap mata unik. Jangan hanya mengikuti tren atau rekomendasi teman, tapi sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan kamu sendiri. Dengan pemakaian yang benar, contact lens bisa jadi sahabat terbaik untuk mempercantik sekaligus menjaga pandangan tetap jernih setiap hari.


Leave a Reply